Spiritual Creativity (Berfikir kreatif menggunakan SQ)

Posted: December 5, 2010 in Uncategorized

Spiritual Creativity

Istilah spiritual creativity memang masih sangat asing di telinga kita ( bahkan kalau kita googling saja belum dapat info banyak)..

Spiritual Creativity pada intinya adalah berfikir kreatif dengan menggunaka kecerdasan spiritual atau lebih terkenal dengan istial Spiritual Quotient. Supaya lebih jelasa pembahasannya, lebih baik kita jabarkan dulu pengertian dari Spiritual Quotient.

Pada awalnya, kecerdasan intelektual (IQ) merupakan satu-satunya pendekatan yang digunakan orang-orang dalam mengukur kecerdasan seseorang. IQ selalu digunakan sebagain bahan penilaian rekrutmen dan promosi. Seiring berjalannya waktu, para ahli menemukan sedikitnya dua kelamahan dari penggunaan IQ, yaitu:

–          Pemahaman absolut terhadap skor IQ

Seorangt ahli, Steve Hallam sangat menetang pendapat bahwa kecerdasan manusia layaknya nilai angka mutlak yang tidak bisa dirubah. Penemuan modern juga menunjukkan bahwa kecerdasan manusia yang dibawa dari lahir hanya 42% dari total kecerdasan. Sementara 52% kecerdasan lainnya diperoleh melalui proses belajar.

–          Asumsi cakupan kecerdasan manusia : kecerdasan nalar, matematika, dan logika

Steve Hallam lagi-lagi menentang pendapat bahwa kecerdasan hanya berkutat pada nalar, matematika, dan logika. Beliau berpendapat bahwa kecerdasan manusia bermacam-macam dan tidak bisa disempitkan hanya menjadi tiga poin saja. Seiring berjalannya waktu, pendapat Steve semakin terbukti dengan adanya Mozart yang dikatakan cerdas dalam musik, Mike Tyson dalam hal tinju, dan masih banyak lagi.

Hingga akhirnya muncullah kecerdasan emosional (EQ) yang diperkenalkan oleh Daniel Goleman pada tahun 1994 di dalam bukunya, sebagai penyeimbang IQ. Beliau menyatakan bahwa kontribusi IQ dalam mencapai kesuksesan hanyalah 20%, sementara 80% lainnya merupakan faktor-faktor serumpun yang disebut sebagai kecerdasan emosional. Kemudian muncul anggapan bahwa IQ lebih ke fungsi pikiran, sementara EQ lebih ke fungsi perasaan.

Munculnya EQ ini membuka jalan untuk kecerdasan-kecerdasan lainnya mulai muncul.

Kemudian seorang Psikolog Danah Zohar dan suaminya Ian Marshall memperkenalkan Kecerdasan Spiritual (SQ). Kecerdasan spiritual tidak bisa dihitung karena pertanyaan yang diberikan semata-mata merupakan latihan perenungan. Pada intinya jikan IQ bekerja untuk melihat ke luar/ mata pikiran, EQ bekerja mengolah yang di dalam/ telinga perasaan, maka SQ menunjuk pada kondisi ‘pusat diri.’ Penjelasan ini dapat diperoleh melalu buku mereka ‘SQ the Ultimate Intelligence’ (2001).

Danah Zohar, pencetus SQ

Kecerdasan spiritual lebih mengangkat ke fungsi jiwa sebagai perangkat internal yang mampu melihat dan mengambil setiap makna di balik setiap peristiwa. Kecerdasan spiritual lebih berurusan dengan pencerahan jiwa. Orang yang memiliki SQ tinggi, mampu memaknai setiap peristiwa negatif, musibah menjadi sesuatu yang positif yang akhirnya mampu membangkitkan jiwanya dan melakukan perbuatan positif.

Pada akhirnya perpaduan antara IQ,  EQ, dan SQ dapat kita gunakan dalam setiap pengambilan keputusan di dalam hidup kita karena setiap pengambilan keputusan selalu melalui tahap-tahap:

1.      Merumuskan keputusan

2.      Menjalankan keputusan atau eksekusi

3.      Menyikapi hasil pelaksanaan keputusan

Dalam kaitannya kecerdasan spiritual dengan berfikir kreatif, menurut saya, proses kreatif jenis ini merupakan metode yang sangat mendalam, mampu melihat berbagai sisi, makna positif dalam proses mencari, menemukan, dan melaksanakan kreatifitas tersebut. Kecerdasan spiritual menjadi landasan yang sangat dasar dalam berfikir kreatif. Agar lebih mudah dimengerti, mari kita urai cara berfikir kreatif bila dikaitkan dengan kecerdasan spiritual. Pak Apiq, dosen pengampu mata kuliah Creativity & Innovation di ITB, melalui blognya menjabarkan bagaimana cara berfikir kreatif. Dalam pembahasan selanjutnya, saya akan mengombinasikan tulisan pak Apiq dengan pemikiran saya mengenai pendekatan kreatifitas menggunakan kercerdasan Spiritual.

Pak Apiq menjelaskan, ada banyak cara untuk berfikir kreatif, salah satu adalah sebagai berikut:

1.      Problem definition. Menentukan dan memilih masalah yang tepat. Buat apa berpikir kreatif yang ternyata tidak ada manfaatnya? Atau bahkan dampaknya negatif? Pilih masalah, yang bila terpecahkan, memberi dampak positif. Atau setidaknya pilih masalah yang netral saja. Cara kita merumuskan masalah itu sendiri sudah menuntut kreativitas (creativity)

SQ : Pada tahap ini sudah sangat jelas bahwa dalam proses problem definition menuntut adanya kecerdasan spiritual, kemampuan untuk melihat dan mencari makna positif dari setiap masalah. Ketika kita memang menemukan makna positif tersebut, maka proses kreatif dapat dilanjutkan.

2.      Idea Generation. Menghasilkan ide. Curahkan ide Anda sebanyak-banyaknya. Boleh positif, boleh negatif. Boleh masuk akal, boleh tidak masuk akal. Boleh yang mungkin, boleh yang tidak mungkin. Boleh menyendiri, boleh beramai-ramai. Yang penting hasil ide sebanyak-banyaknya. Jangan pernah memilih-milih ide pada tahap ini. Terus curahkan ide Anda tanpa henti.

SQ : Pada tahap ini, mungkin bisa saya katakan bahwa SQ bisa dikesampingkan terlebih dahulu. Karena memang pada tahap ini adalah mengumpulkan berbagai ide untuk pemecahan masalah, bebas, tanpa ada batasan apapun.

3.      Idea Selection. Pilih ide yang paling berprospek. Atau yang paling menarik. Atau yang paling tidak masuk akal. Pilihlah ide-ide ekstrim pada tahap ini. Atau kombinasikan berbagai macam ide. Bila Anda telah melewati tahap 2 dengan baik, maka tahap 3 ini akan menjadi tahap yang mengasyikkan. Jangan pernah mencampurkan tahap 3 dengan tahap 2. Lakukan tahap 2 sampai secukupnya. Baru kemudian lakukan pemilihan ide.

SQ : kecerdasan spiritual pada tahap ini bisa dikatakan sangat dibutuhkan. Dalam memilih ide, kita harus benar-benar jeli melihat efek-efek positif dibalik ide-ide tersebut. Bisa saja orang melihat suatu ide x adalah hal yang tidak masuk akal dan mustahil. Tapi jika memang kita mampu menemukan makna positif di balik ide tersebut, maka tidaka ada alasan untuk tidak mengambil ide tersebut.

4.      Idea Implementation. Lakukan penerapan atau pegujian. Ambil feedback secepat mungkin. Pilih risiko yang kecil atau risiko yang mampu Anda terima. Tetap terbuka dengan ide-ide baru dalam tahap implementasi.

SQ : Semakin dekat dengan peng-implementasi-an ide, maka semakin mudah kita melihat sisi positif dari ide tersebut. Pada tahap ini kita harusnya semakin yakin bahwa makna-makna positf yang kita duga akan benar-benar memberikan dampaknya. Apapun yang terjadi dalam proses implementasi ide akan memberikan makna-makna tertentu yang dapat kita ambil, entah itu situasi yang positif maupun yang negatif.

5.      Improvement Process. Lakukan refleksi, kajian, yang teliti dari seluruh proses yang Anda lakukan. Temukan peluang-peluang untuk memperbaikinya. Temukan kreativitas yang mengasyikkan untuk Anda!

SQ : Hampir sama dengan tahap sebelumnya. Setiap evaluasi dan inovasi dalam implementasi ide akan memberikan pelajaran-pelajaran yang berharga dan ke depannya mampu menentukan langkah tepat yang tentunya akan memberikan lebih banyak pelajaran atau makna.

Kesimpulan yang dapat saya tarik dalam tulisan ini adalah proses kreatifitas yang menggunakan kecerdasan spiritual adalah proses kreatifitas yang memiliki nilai yang sangat berharga, mampu melihat dan menemukan ide-ide brilian dan irrasional yang ternyata memiliki segudang makna positif yang dapat kita ambil. Tidak hanya unik dan menarik, namun juga bermanfaat secara fisik maupun secara spiritual.

 

Sumber:

http://www.bpkpenabur.or.id/files/Hal.134-138%20Resensi%20Buku.pdf

http://forum.detik.com/teori-iq-eq-dan-sq-t29317.html

http://apiqquantum.wordpress.com/2008/08/11/cara-menjadi-kreatif/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s